Percaku Pada-Nya

Jangan kau cemburu
Inilah kepercayaanku padaNya
Biarkanlah aku dengan mimpi dan impianku
Sebab tak kan kering lautan
Hingga Tuhan menghisapnya
Tak kan goyah gunung dan bumi
Hingga Tuhan melumatnya
Dan 
Tak kan hilang harapan
Selama Tuhan tetap bersanding di hati

 

Yogyakarta, 21 Desember 2013

Advertisements

Mengais Makna

Bulir bening membasahi
Terjatuh pada sederet aksara
Terenyuh hati mengingat cinta
Mampukah diri menggapai asa?

Jiwa terlena pada kata
yang perlahan membangkitkan kalbu
Akankah impian jadi nyata?

Terdiam membisu
Mengais makna diantara reruntuhan air mata
Harapan masih tetap sama
Pada Tuhan, Sang pemilik jiwa dan cinta

Yogyakarta, 25 Januari 2014

Gumpalan Rasa

Ini, bukan semu
Bukan pula sebuah debu
Yang mudah berlalu

Aku hanya ingin bertahan
Pada sebait rasa yang tertanam
Pada segenggam cinta yang tercengkram
Dan pada gumpalan rindu yang terpendam

Belum Usai

Bergolak hati ini
Saat mata mampu menatap
Tapi tak sanggup menggapai

Berdebar jantung ini dibuatnya
Saat tangan meraba keabstrakan
Tapi bibir kelu tuk berkata

Tak pelak lagi kusembunyi
Menantang waktu, mengutuk diri
Rindu ini, belumlah usai

Hati yang bergejolak

Bagaimana mengungkapkan kecemburuan ini?
Sementara diriku tak tahu apakah dia masih peduli.

Lagi..
Hati bergejolak terbakar api.

Cemburu ini
Untuk apa dia datang kembali?
Mungkinkah karena aku masih menyayangi?

Aiihhh…
Padahal hanya pada satu bait buih
“I miss you”

Happy Birthday

Mestinya kaki yang berpijak sejak pagi ini, bisa saling beradu denganmu
Menilik cakrawala di batas fajar
Bercumbu dengan hembusan nafas bumi dan langit
Melangkah bersama awan
Dan melintasi ruang-ruang kota
Demi mencipta kenangan baru
Atau sekadar untuk mengulang kenangan

Dear “Itoshii”
Happy birthday to you (my love)